Friday, September 22, 2017

Ini Sosok Asli Bule yang Jadi Supir Ojek Online: Diprediksi Bakal Jadi Selebgram



Beberapa waktu lalu seorang pria Warga Negara Asing yang bekerja sebagai supir ojek online sempat menghebohkan warga net.
Banyak netizen tak habis pikir bagaimana bule bersedia menjalani pekerjaan sebagai driver Ojek Online.
Penampilannya pun cukup menyita perhatian publik karena perawakan dan wajahnya yang berbeda dengan warga lokal.
Foto-fotonya saat bekerja banyak tersebar di media sosial dan di berbagai media online.
Tampak dirinya mengenakan jaket dan helm berwarna hijau, layaknya yang dipakai para driver Gojek.
Ternyata pria asing yang menjadi supir Gojek ini diketahui bernama Anton Lucanus.
Popularitasnya yang makin menanjak membuatnya membuat akun Instagram bernama @ojekbule.
Dirinya sengaja membuka akun Instagram itu untuk menunjukkan jika itu memang benar dirinya.
Followers-nya di media sosial pun bertambah dengan sangat cepat.
Dalam keterangan profil Instagramnya, ia mengungkapkan alasannya menjadi driver Gojek.
Anton juga menuliskan tentang mimpinya untuk memajukan Indonesia.
"Mimpiku jadi sopir ojek untuk memajukan negara Indonesia!" tulisnya dalam keterangan profil Instagram @ojekbule.
Melalui sebuah unggahan Instagramnya, Anton bercerita bahwa banyak warganet yang mengirimkannya pesan lewat Dirrect Message (DM).
Melihat unggahan tersebut banyak warganet justru berkomentar bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi selebgram yang populer.
lookstufshop: "Ojek bule bentar lagi jd selebgram(emoji)
mom_nunu21Gile bener 2jam followernya lngs naik 1000 (emoji)
Banyak pula warganet yang tergila-gila dengan driver Gojek bule satu ini, terutama kaum hawa.
@amaliahnur01_: "Gapeduli spam. Yang penting gw pengen naek ojek abang tiap hari(emoji)"
@nufauliyah: "Aku jg cinta abang(emoji)"
@sarahzenida: "Anterin adek bang..anterin ke pelaminan (emoji)"
Berdasarkan penelusuran akun Facebook pribadinya, Anton menulis bahwa pernah tinggal dan melanjutkan studinya di Singapura, tepatnya di National University of Singapore.
Dkietahui Anton juga pernah menempuh pendidikan di Scotch College, Perth, Australia dan University of Western, Australia.
Dari unggahan akun Instagram lamanya, Anton diketahui suka travelling di beberapa tempat wisata di Indonesia.
Selain itu dirinya juga diketahui pernah ikut dalam proyek pemasangan panel surya di desa terpencil di wilayah Indonesia.
Proyek tersebut merupakan proyek untuk mengembangkan desa terpencil yang belum bisa mendapatkan pasokan listrik.
Wah, ternyata Anton merupakan sosok inspratif kan?
Selain ganteng, dirinya juga berpendidikan tinggi dan peduli pada sesama!
Kamu kepincut dengan babang gojek ini?

Duel Gladiator dan Mekanisme yang Sistematis







Berawal dari curhatan sang ibu di Facebook, tragedi yang menewaskan Hilarius Christian Event kembali diusut pihak Kepolisian. Pengusutan berujung ditangkapnya 4 pelaku yang diduga terlibat duel gladiator yang merenggut nyawa Hilarius.

Hilarius merupakan siswa SMA Budi Mulia saat duel berujung maut itu terjadi. Hilarius diminta berkelahi sampai KO dengan siswa dari SMA Mardi Yuana. Dugaan Polisi ada pihak yang memilih siapa saja yang akan 'diduelkan'.

Empat pelaku yang ditangkap Polisi rupanya punya peran yang berbeda. Tugas mereka seakan telah dipetakan. Begitu sistematis.

Pelaku yang ditangkap berinisial masing-masing BV, HK, MS dan TB. Mereka ditangkap di Bogor, Yogyakarta, dan Bandung. BV ditangkap di Yogyakarta, MS ditangkap di Bandung, HK dan TB ditangkap polisi di Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna menjelaskan, keempat pelaku punya peran berbeda. BV merupakan orang yang berduel langsung dengan Hilarius dan kini telah dikeluarkan dari sekolah. Sementara MS bertugas mencari lokasi duel sekaligus menjadi wasit.

"Sedangkan HK dan TB perannya menyuruh dan mencari tempat," kata Ulung, Kamis (21/9).

Baca juga: Polisi Buru 2 Pelaku Lain Kasus Duel Gladiator Maut

Saat ini Polisi masih memburu dua pelaku lain yakni FR dan TT. Menurut Ulung, kedua orang tersebut berperan sebagai yang menyuruh atau memilih lawan tarung Hilarius.

Saat ini keempat pelaku sudah berada di Polres Bogor Kota untuk menjalani pemeriksaan. "(Keempatnya) sudah di bogor, di Kedung Halang (Polres Bogor Kota)," ujar Ulung saat dikonfirmasi, Kamis (21/9) malam.

Ibu Hilarius, Maria Agnes, mengadu kepada Presiden Joko Widodo karena merasa ada ketidakadilan setelah pelaku yang menewaskan sang anak masih bebas. Maria mengadu melalui tulisan di Facebook.

Hilarius diketahui meninggal pada Januari 2016 silam. Dia mengembuskan nafas terakhir setelah berduel ala gladiator. Maria mendapatkan informasi ajang gladiator ini masih berlangsung hingga saat ini.

Dua Versi Kisah Jenazah Bayi yang Digendong di Angkot



Kiriman Instagram @seputar_lampung jadi ramai lantaran memuat seorang ibu asal Lampung Utara yang sedang menggendong jenazah bayinya di dalam angkutan umum pada Rabu sore (20/9/2017). Menurut pihak rumah sakit, hal itu kesalahpahaman belaka.
Dalam kiriman tersebut, dijelaskan bahwa dia tidak mendapat pelayanan mobil ambulans dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, Provinsi Lampung. Sang Ibu, Delvasari, mengisahkan anaknya meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan fasilitas BPJS.
Namun ia mengaku, saat meminta jenazah dibawa dengan ambulans, pihak rumah sakit disebut tak bersedia. "Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan angkutan umum karena pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkan dengan ambulans," ujar ibu tersebut, seperti dikutip dalam kiriman Instagram tersebut.
Dalam kiriman yang lain, Delviasari dan suami yang ditemui di rumahnya di Kampung Gedung Nyapah, Abung Timur Lampung Utara, menceritakan bahwa dia dan suami sempat berada di dalam mobil ambulans, namun tiba-tiba sopir ambulans bertanya soal administrasi. Suaminya pun turun dan mengurus administrasi dimaksud.
Menurut pengakuan suami Delvasari, kala itu dia dimintai uang sebesar Rp2 juta untuk biaya ambulans. Namun karena tidak punya uang dan hanya memegang kartu BPJS, dia terpaksa membawa jenazah bayinya dengan angkutan kota (angkot). Delvasari dan jenazah sang bayi, kemudian menumpang angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa.
Komentar pun bermunculan. Ada yang mengecam pihak rumah sakit, bahkan profesi dokter. Ada pula yang menganjurkan untuk memeriksa ulang kebenaran kabar tersebut. Sementara, ada warganet yang menginformasikan bahwa layanan ambulans gratis sebenarnya tersedia di kota Bandar Lampung.
"CALL CENTER AMBULANCE GRATIS 0822-7822-1400, 24 JAM SIAP MELAYANI DI BUNDARAN TUGU ADIPURA. Khusus wilayah kota Bandar Lampung. Apabila keluar wilayah pihak ambulance harus konfirmasi ke pihak bapak Wali Kota. Karena semua ada prosedur dan ada tanggung jawabnya," tulis akun yang menggunakan nama Okky Wijaya di kolom komentar kiriman tersebut.
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek adalah sebuah rumah sakit Tipe B yang berlokasi di Jl. Dr. Rivai, Bandar Lampung. RS tersebut di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Lampung, dan menjadi RS rujukan tertinggi bagi warga dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.


Klarifikasi pihak Rumah Sakit

Direktur Pelayanan Rumah Sakit Abdul Moeloek, Pad Dilangga, dilansir situs Pemprov Lampung mengungkapkan, jenazah bayi yang dibawa menggunakan angkutan umum itu terjadi karena kesalahpahaman. Ia menjelaskan, pasien meninggal karena kelainan bawaan yakni meningocele di ICU sekitar pukul 15.15 WIB, Rabu (20/9).
"Jadi petugas ambulans memanggil ayah dari anak, di situ mungkin ada (administrasi) yang perlu diperbaiki, tetapi karena keluarga sudah panik, jadi langsung ambil pasiennya dan dibawa pakai kendaraan umum," jelas Padilangga kepada awak media, Rabu malam.
Kesalahpahaman terjadi menyangkut administrasi nama jenazah yang akan diangkut ambulans. Karena Sang Bayi baru lahir belum diberi nama, bayi tersebut masih menggunakan nama si Ibu. Karena itu petugas ambulans menyarankan masalah itu diselesaikan terlebih dahulu.
Menurut keterangan Pad Dilangga, mendiang bayi berusia satu bulan 10 hari tersebut ketika dirujuk ke RSUDAM masih memakai nama ibunya, Delvasari. Sedangkan nama yang tercantum di kartu BPJS adalah Berlin Istana. Padahal, nama Sang Bayi pun belum terdaftar di kartu keluarga.
"Perbedaan inilah yang ingin diklarifikasi petugas ambulans dengan meminta waktu sebentar sebelum berangkat. Ini memang SOP rumah sakit. Mungkin karena keluaga buru-buru ingin pulang. Posisi ambulans saat itu di pintu keluar rumah sakit," kata Pad Dilangga dalam portal berita Lampung, Lampung Terkini.
Dalam lansiran Tribun Lampung, Ucok (30), sopir ambulans, membenarkan jenazah sudah sempat masuk ke dalam ambulans. "Berkasnya ada yang salah, atas nama almarhum. Kemudian saya ajak bicara untuk menyelesaikan masalah administrasi ini. Semua sudah siap jam 16.00 WIB bisa keluar, tapi orangnya pergi dulu," katanya.
Meski menyatakan masalah ini hanya kesalahpahaman, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan investigasi untuk mengklarifikasi dua versi yang berbeda, dari pihak keluarga dan pihak ambulans. Ihwal status pasien dengan BPJS, ia menegaskan semua pelayanan sama saja, baik BPJS maupun non-BPJS.
"Apalagi kan BPJS sudah ada biaya khusus, itu ditanggung oleh pemerintah tidak ada biaya tambahan. Sudah nggak ada masalah lagi sebenarnya, tinggal administrasi saja. Ambulans sudah standby. Kita maklum, mereka emosi, panik karena kehilangan anak, itu kita maklumi," paparnya.

Kisah Pelajar Tawarkan Ginjal demi Kembalikan Penglihatan





Maria Ulfa namanya. Ia masih mengenyam pendidikan di SMA Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Saat masih kelas 3 SMP, ia harus kehilangan penglihatan mata kirinya karena tertusuk ranting. Lambat laun, penglihatan di mata kanannya juga tak berfungsi.
"Waktu SMP mata kiri saya tertusuk kayu kecil, tidak lama pelan-pelan mata kanan saya juga sudah tidak bisa melihat," ungkap Maria Ulfa, beberapa waktu lalu.
Satu-satunya jalan agar ia dapat melihat lagi adalah dengan cara operasi mata. Saking inginnya bisa melihat lagi, ia berniat menjual ginjalnya demi mendapat biaya untuk membayar operasi matanya.
Surat terbuka pun ia buat. Isinya, ia rela melepas ginjalnya demi uang untuk operasi mata.
"Saya sudah buat surat terbuka, siapa saja mau beli ginjal saya mau jual, asal bisa operasi mata," kata anak kedua dari lima bersaudara itu.
Maria tak terlahir di keluarga berada. Ayahnya, Damanhur, hanya bekerja serabutan. Kadang-kadang ia jadi tukang bersih-bersih di pasar, itu pun jika ada pedagang pasar yang meminta lapaknya dibersihkan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mendapatkan kabar mengenai surat terbuka Maria Ulfa yang berniat menjual ginjalnya demi operasi mata langsung merespons cepat.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam langsung menjemput Maria Ulfa di kediamannya dan membawa remaja itu ke Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo, di Kecamatan Wotu, Luwu Timur untuk memeriksakan matanya.
"Iya saya dengar dia (Maria Ulfa) mau jual ginjal untuk operasi mata, makanya kita langsung jemput untuk periksakan matanya," kata Irwan.
Dari hasil pemeriksaan, dokter ahli mata menyatakan bahwa mata kanan Maria sama sekali sudah tak lagi bisa melihat karena mengalami pergeseran kornea mata, sementara mata kirinya hanya bisa melihat dalam jarak pendek.
"Kita senter bola mata kanannya dia mengaku sama sekali tidak bisa melihat, ada pergeseran kornea. Sementara, mata kirinya masih bisa melihat namun hanya jarak dua jengkal," terang dr Suhaedi.
Suhaedi menuturkan, penyakit mata yang diderita Maria tergolong langka. Pelajar perempuan itu harus dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, untuk menjalani operasi mata karena peralatan di RS I Lagaligo tak cukup memadai.
"Ini masuk kategori penyakit langka. Ini harus ada tindakan medis yang tepat, sementara peralatan kita sangat standar. Olehnya itu, pasien harus dirujuk ke Makassar," ucap Suhaedi.
Mengetahui anaknya akan segera menjalani operasi, Damanhur, ayah Maria, merasa sangat bahagia. Ia berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah terhadap anaknya.
"Terima kasih atas bantuannya. Saya sangat bersyukur, dan berharap puteri saya bisa melihat kembali dengan normal," ucapnya.

Thursday, September 21, 2017

Tahukah kamuu?Lakukan Tiga Amalan Ini untuk Mendulang Pahala Tahun Baru Islam


 Kamis  bertepatan dengan 1 Muharram 1439 H, yang merupakan awal tahun dalam kalender Islam.
Muharram merupakan salah satu bulan yang dihormati selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab Mudhar.
Ada banyak kemuliaan yang diberikan Allah SWT di bulan yang diharamkan untuk perang ini.
Bila melakukan beberapa amalan ini, banyak sekali kebaikan yang akan diraih oleh kaum muslim.
Berikut tiga amalan yang dapat dilakukan di bulan Muharram agar dapat meraih pahala di sisi Allah SWT.

1. Berpuasa Sunah Asyura

Selain Ramadan, puasa yang paling utama adalah saat bulan Muharam. Ini sesuai dengan hadits berikut:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu).
Sedangkan anjuran untuk puasa sunah Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram adalah sebagai berikut:

”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Bila ingin melaksanakan, niat puasa sunah Asyura adalah:
نَوَيْتُ صَوْم عشرسُنَّة لله تَعَالى
“Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala”
Artinya: Saya niat puasa hari asyura, sunnah karena Allah ta’ala.

2. Berpuasa Sunah Tasu'a

Puasa sunah Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam. Ini berdasarkan pada hadits Nabi berikut:
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim).

Namun belum sampai di bulan Muharram tahun berikutnya, ternyata Rasulullah sudah meninggal dunia.
Adapun niat puasa sunah Tasu'a adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى
“Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala”

Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala.

3. Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim memang tak perlu menunggu bulan Muharram. Namun bila dilakukan di hari Asyuro (10 Muharam), maka Allah akan mengangkat derajatnya.
“Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.”
“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5304). (*/dari berbagai sumber)

Wednesday, September 20, 2017

Tahukah Kamuu? INILAH 6 Ciri-Ciri Anda Mengidap Kanker Serviks! Ciri no.6 banyak yg tidak sadar!!

kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita di dunia.




Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Yang menyebabkan banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin C dan vitamin E serta kurangnya asupan asam folat.

Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), dll. Meskipun sulit untuk di deteksi.

Ciri-ciri berikut ini bisa menjadi petunjuk bagi kaum wanita apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
Saat berhubungan intim selalu merasakan sakit, bahkan sering diikuti flek adanya perdarahan.
Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan pendarahan dan jumlahnya berlebih.
Sering merasakan sakit pada daerah pinggul.
Mengalami sakit saat buang air kecil.
Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih.
Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Monday, September 18, 2017

Setelah Memangsa Seorang Remaja, Buaya Ini Mencaplok Pawang

Warga Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), dikejutkan kemunculan buaya pemangsa manusia. 
Tidak hanya menerkam seorang remaja laki-laki, buaya tersebut juga menerkam seorang pawang buaya.
Kapolsek Muara Jawa, AKP Tritanto, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan seorang remaja diterkam buaya di Sungai Muara Jawa.
"Esoknya, buaya kembali menerkam seorang laki-laki yang diketahui sebagai pawang. Hingga kini, tim gabungan dari Kepolisian, TNI dan SAR masih melakukan pencarian," kata Tritanto, Minggu (17/9/2017).
Sejak Jumat, polisi melakukan penyisiran di sungai itu. Korban pertama telah ditemukan namun korban kedua belum ditemukan.
Menurut Hasanuddin, seorang warga Muara Jawa, buaya tersebut memangsa Arjuna (16). Untuk mencari Arjuna, seorang pawang turun ke sungai berniat menemukan buaya tersebut.

Tidak berlangsung lama, buaya pemangsa muncul dan kembali tetapi malah memangsa si pawang, yang diketahui bernama Supriyadi.

"Supriyadi mulanya mau membantu mencari Arjun, ternyata, Supriyadi juga diterkam dan hilang hingga sekarang," kata dia.

Untuk mencari Supriyadi, warga setempat juga mendatangkan empat orang pawang dari Balikpapan dan Tenggarong.
"Pawang yang datang sudah sempat memanggil buayanya. Korban juga terlihat namun karena banyak warga yang nonton akhirnya buaya pergi lagi," ujarnya. 

Thursday, September 14, 2017

Efek Ngeri PCC Narkoba Flaka: Korban Melompat ke Laut




Satu di antara puluhan remaja korban penyalahgunaan narkoba jenis Flaka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 14 September 2017. Korban diketahui bernama Reksi Indra, dan masih berusia 20 tahun.

Dia tewas akibat tenggelam di laut Teluk Kendari setelah menceburkan diri gara-gara kepanasan usai meminum obat yang disebut Flaka pada Rabu. Obat berbahaya itu mengandung Somadril, Tramadol, dan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol).
Berdasarkan hasil pemeriksaan orang tua korban, sebelum menceburkan diri ke laut, Reksi mengalami gangguan mental, kejang-kejang, dan teriak-teriak hingga mengamuk.

"Dia lari dari rumah ke Teluk (Kendari). Dia lompat ke laut dari pagi sampai malam kemarin. Ada orang yang lihat hanya dianggap sedang berenang. Memang sebelum melompat ke laut dia sempat kejang-kejang dan mabuk," kata Abdul Rauf, ayah Reksi, ketika ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Warga Kelurahan Watuwatu, Kacamatan Kendari Barat, itu menjelaskan kronologi anaknya sampai melompat ke laut. Awalnya, Reksi sempat pergi bersama adiknya, Eci, pada Selasa lalu. Kemudian keduanya pulang ke rumah sudah dalam keadaan mabuk pada Rabu.

"Saat di depan rumah, terbanting dan tidak sadar. Kemudian bangun lagi dan teriak-teriak. Memang katanya habis minum obat," ujarnya.

Pada Rabu itu, sejak pagi sampai sore, korban masih mengalami gangguan mental, kemudian pergi meninggalkan rumah, lalu menceburkan diri ke laut di Teluk Kendari, yang tidak jauh dari rumahnya.

Hingga malam, korban tidak lagi terlihat di teluk dan orang tuanya memutuskan menghubungi Badan SAR Nasional Kendari untuk evakuasi. Korban tak ditemukan sampai pukul tiga dini hari. Baru pada pukul enam pagi tim pencari menemukan Reksi tetapi sudah tak bernyawa.

Di rumah sakit, korban yang dirawat ada sebagian yang sudah membaik dan dipulangkan. Kepala Rumah Sakit Jiwa Kendari, Abdul Razak, menjelaskan beberapa pasien yang mengalami gangguan mental akibat obat-obatan yang ditengarai narkoba jenis Flaka itu tetap akan dipantau. (ren)