Tuesday, December 12, 2017

Cucu Durhaka Pukul Neneknya Hanya Demi Uang




Orang yang sudah berusia lanjut sudah seharusnya mendapat hormat, perawatan dan perlakuan yang lebih baik, terlebih dari anak cucu mereka sendiri. Namun dalam beberapa kasus, ada beberapa orang tua malah mengalami hal yang tragis dari keluarganya sendiri.

Salah satunya dialami oleh Nenek Sarpinah. Perempuan kelahiran 14 Maret 1923 ini telah menempuh usia 94 tahun. Ia mengalami hal yang tak pernah ia duga sebelumnya dari cucunya sendiri.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB, Selasa, (5/12) lalu. Cucunya yang bernama Ali mengetuk pintu rumah nenek Sapinah, setelah pintu dibuka dia malah mendapat pukulan dari Ali, yang lalu mengambil uang dan pergi.

Ali, si cucu durhaka yang menganiaya Nenek Sarpinah itu kini masih diburu polisi. Tak diketahui di mana rimbanya kini sosok Ali yang buron bersama tunangannya.

Kanit Reskrim Bekasi Timur, Iptu Yusron, Jumat (8/12) angkat bicara terkait kasus yang menimpa nenek Sarpinah, perempuan berusia 94 tahun yang menjadi korban curas (pencurian dan kekerasan) dari cucunya sendiri, Ali.

"Pertama saya mau media jangan menggunakan kata 'perampokan' terkesan heboh banget. Dan seperti terjadi antara dua orang yang tidak saling mengenal. Sedangkan kasus ini kan masalah keluarga, meski akan ada pidana kami akan fasilitasi jika mereka menginginkan musyawarah," ujar Iptu Yusron.

Pelaku pemukulan swafoto di Tangkuban Parahu



Pelaku pemukulan swafoto di Tangkuban Parahu (Foto: Dok. Keluarga)

Sampai saat ini, Yusron masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap sang buronan, Ali.

"Dari keterangan yang kami himpun, dia tidak ada masalah kejiwaan, hanya butuh uang untuk persiapan hidup berkeluarga, kemudian stres dan depresi nah terjadilah," ujar Yusron.

Sejauh ini pihak reskrim Polsek Bekasi Timur sudah mengalami pendalaman TKP, termasuk menyisir beberapa rumah warga untuk mendapatkan info tambahan.

"Kami tanam beberapa anggota di sana, tapi ketika dilacak susah karena kontaknya mati dan hilang semua," ujar Yusron.

Kasus ini sendiri telah menjadi prioritas dari Kepolisan Metro Bekasi, bahkan wali kota dan Kapolres pun sempat mengunjungi nenek Sarpinah di rumah sakit tempo hari.

"Tetap, kasus ini jadi prioritas kami, karena atensi dari media juga besar, terlebih Pak Wali Kota sendiri sudah turun langsung bertemu dengan korban," terang Yusron.
Pelaku ini nantinya akan dikenai pasal 365 KUHP, dengan ancaman penjara selama 9 (sembilan) tahun lamanya.



Ali adalah cucu Nenek Sarpinah dari putri keduanya. Sarpinah memiliki empat anak.
Penganiayaan yang dilakukan si cucu tak tahu diri ini, menurut Nukwanti, salah satu menantu Nenek Sarpinah, terjadi pada Selasa (5/12) pagi.

"Nek Sarpinah kan emang tinggal dikelilingi cucu ya, di sekitar rumah sini emang cucu dan anaknya semua yang tinggal. Hari Selasa subuh itu, Ali datang ketok pintu, ya namanya cucu kan ya dibukainlah sama Nenek. Begitu dibuka, si Nenek langsung dihujani pukulan pakai batu bata sama si Ali," ujar Nukwanti menahan tangis saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat.

Nukwanti sebelumnya tidak mengira si Ali bisa berlaku sekeji itu kepada mertuanya yang sudah berada di usia sangat senja.

"Dia berbahaya, Mas, nekat, dulu juga pernah kejadian 6 tahun lalu, uang Rp 10 juta saya dicuri," timpal Burhanudin, suami dari Nukwanti, yang merupakan anak ketiga Sarpinah.

Sebenarnya, pihak keluarga telah memaafkan semua kesalahan yang pernah Ali lakukan di saat yang lalu, namun dengan kejadian tersebut, pihak keluarga kini merasa ketakutan dengan keberadaan Ali yang belum diketahui sejak kejadian.

"Terus terang, Mas, kami sekeluarga takut, kan dia oran nya nekat. Saya berpesan sama anak-anak saya, kalau di jalan ketemu si pelaku ini, usahakan secepatnya menghindar, saya cuma takut anak saya kenapa-kenapa, disandera misalnya," ujar Nukwanti bergidik.

Ali diduga oleh keluarga tega melakukan aksinya atas dasar motif ekonomi. Ali tengah berencana menikahi gadis pilihannya, yang sudah ia lamar sejak bulan lalu.

"Mungkin dia ada kebutuhan mendesak untuk menikah, bulan lalu saya sendiri beserta kedua orang tuanya dan majikannya mengantar Ali dalam prosesi lamaran. Dan di mobil mas, sudah saya tekankan padanya, untuk bekerja yang baik dan benar, hidup lurus, karena kini sudah ada orang yang mau memberinya kepercayaan. Persis sebulan lalu saya berkata demikian," kenang Nukwanti.

Kondisi nenek Sarpinah



Kondisi nenek Sarpinah (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

Ali bekerja di sebuah usaha laundry yang dikelola oleh seorang pegawai pemda di daerah Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Keluarga telah menyerahkan semua kasus ini kepada pihak kepolisian, agar semuanya diusut tuntas.

Sedangkan ketika ditanya perihal kemungkinan mediasi, Nukwanti menolak tegas. "Dia berbahaya, Mas, biar kapok sekalian, semalam setelah kejadian dan Ali belum bisa ditemukan, kami sekeluarga enggak bisa tidur," ujar Nukwanti.

Nada pengampunan justru sempat diucapkan oleh Nenek Sarpinah sendiri. "Ali di mana, sudah ketangkep belum? Kalau ketangkep kasihan juga dia nanti dipenjara," ujar Nukwanti menirukan kata-kata ibunya.

Di lain sisi, orang tua dari Ali justru berharap tertangkapnya Ali bisa menjadi pertobatan baginya. Tiga hari berselang setelah penganiayaan itu, Ali dan kekasihnya juga tak kunjung ditemukan.

"Hari Selasa siang, kami dan Buser Polres Bekasi mencoba mencari Ali ke rumah tunangannya, rupanya Ali juga mengajak tunanganya pergi. Jadi malah kaget ortu tunangannya," ujar Nukwanti.

Pihak keluarga pun sampai saat ini masih berusaha mencari keberadaan Ali. Namun, mereka masih tetap waspada jika saja Ali kembali untuk melakukan hal nekat lainya.

Monday, December 11, 2017

Waspada Wabah Difteri yang Sebabkan Kematian, 4 Bahan Alami Ini Ampuh Menyembuhkannya




Difteri, penyakit menular akibat kuman Corynebacterium Diptheriae kembali mewabah. Hingga November 2017, 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dan 32 kasus di antaranya meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya ada 95 kab/kota di 20 provinsi yang melaporkan terjadinya kasus Difteri. Kondisi ini mengkhawatirkan karena ditengarai penyebabnya kengganan orangtua memberikan imunisasi pada anak.

Wabah ini terus meningkat jumlahnya hingga ratusan kasus di berbagai daerah. Apa dan sejauh mana bahaya wabah difteri, berikut sepuluh hal seputar penyakit tersebut yang patut diketahui:

1. Dilaporkan di 20 provinsi, KLB di 11 provinsi

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada kurun waktu Oktober-November 2017, Kemenkes mencatat ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kotanya.

Kesebelas provinsi itu, yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Jawa Timur disebutkan menempati provinsi paling banyak kasus difteri, diikuti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

2. Apa itu Difteri?

Dokter Soedjatmiko, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan diafteri adalah penyakit menular akibat bakteri Corynebacterium Diptheriae yang mudah sekali menular melalui batuk atau bersin.

"Ini karena bakteri tersebut paling banyak bersarang di tenggorokan dan hidung sehingga membentuk selaput putih dan tebal yang lama-lama menutupi saluran nafas," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, pada Kamis (7/12).

Di samping itu, bakteri tersebut juga bisa mengeluarkan racun atau toksin yang bisa melumpuhkan otot jantung, dan saraf. Itu yang kemudian menjadi sebab kematian. Difteri bisa menyerang bayi, anak-anak, dan paling banyak balita dan usia sekolah, serta remaja.

3. Penyebabnya?

Sebagian besar atau hampir dua pertiga yang terkena difteri karena belum pernah diimunisasi sama sekali, atau belum pernah diimunisasi DPT. Ini tak lain karena imunisasi di luar itu tak bisa cegah difteri.

"Sering orangtua kalau ditanya, sudah diimunisasi walaupun tidak bisa menunjukkan itu imunisasi difteri. Mereka kerap membela diri sudah imunisasi lengkap, di sisi lain, ternyata itu imunisasi polio, atau campak, dan DPT satu kali," ujar Soedjatmiko.

Jadi, ada kelompok pertama, orang yang tidak pernah diimunisasi sama sekali, ada juga yang diimunisasi tapi tidak lengkap.

4. Berapa imunisasi difteri yang disebut lengkap?

Soedjatmiko mengatakan, idealnya adalah sampai umur 1 tahun DPT tiga kali, sampai umur 2 tahun 4 kali DPT, sampai umur 5 tahun kalau bisa 5 kali DPT. Sampai umur 6 tahun 6 kali DPT, sampai umur 7 tahun 7 kali DPT, sampai tamat SD kalau bisa sudah 8 kali DPT. Untuk umur di atas 7 tahun, nama vaksinnya bukan DPT, tapi Td, beda vaksin tapi yang penting ada komponen D-nya.

5. Gejala terkena difteri

Gejala yang kentara bagi penderita difteri adalah jika mendapati ada selaput putih tebal di tenggorokan atau di hidung, apalagi disertai leher bengkak. Bisa jadi itu difteri, dan walaupun belum tentu, akan lebih baik diperiksa dulu untuk dibuktikan. Jika mendapati gejala itu, ada baiknya segera bawa ke puskesmas, atau RS terdekat.

6. Pengobatan difteri

Jika kemudian didiagnosa difteri, maka seseorang mesti dirawat inap, lalu diberi antibiotik. Yang bahaya kalau kuman tersebut mengeluarkan racun atau toksin yang merusak fungsi jantung dan saraf. Yang terkena difteri harus diisolasi selama dua minggu, dan semua yang di sekitarnya baik itu ibu, nenek, kakak, kerabat lainnya patut diperiksa juga. Bahkan, Soedjatmiko menambahkan, sebenarnya yang perlu diprioritas imunisasi adalah mereka yang kontak dengan pasien, apakah anggota keluarga, teman sekolah, atau tetangga. Imunisasi untuk cegah difteri ini mesti diulang setiap 10 tahun.

7. Risiko meninggal dunia

Rentang waktu setelah kena diagnosa hingga meninggal dunia beragam. Ada yang 5 hari, ada juga yang satu minggu tergantung derajat keparahan. Semua yang meninggal rata-rata yang tidak diimunisasi atau imunisasi tak lengkap. Faktor lainnya, adalah terlambat dibawa ke RS, otak kurang oksigen meninggal atau kuman mengeluarkan racun sehingga menganggu fungsi jantung.

Oleh karenanya, kata dia, semakin cepat ditangani semakin besar kemungkinan selamat. Begitu diketahui selaput putih-putih di tenggorokan, dan di hidung dibawa ke RS diobati cara benar, umumnya selamat. Kalau terlambat umumnya meninggal atau terpaksa dibolongi lehernya untuk bisa bernafas.

8. ORI atau Outbreak Response Immunization

Pemerintah melaksanakan ORI atau imunisasi penanganan kejadian luar biasa pada daerah yang terkena kasus difteri. Pekan depan, tiga provinsi yang ditengarai kasus difteri paling banyak, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menjalani program ini secara berkala, pada 11 Desember 2017, 11 Januari dan 11 Juli 2018. Jawa Timur yang juga tinggi kasus difterinya sudah lebih dulu melaksanakan ORI.

9. Bukan wabah baru

Wabah difteri pernah terjadi juga pada 2009. Namun, kini wabah tersebut lebih meluas hingga dilaporkan di 20 provinsi. Menurut Soedjatmiko, kemungkinan terjadinya wabah difteri akan terus ada jika masih banyak anak yang tak diimunisasi, dan atau diimunisasi tapi tak lengkap.

10. Menurunnya minat imunisasi

Direktur Surveilans dan Karantina Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi mengatakan ada penurunan minat orangtua melakukan imunisasi pada anaknya dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun terakhir. Pengaruh media sosial juga dinilainya cukup besar sehingga ketika ada yang anti-vaksin, yang lainnya ikut-ikutan. Menurunnya minat akan imunisasi ini turut menjadi faktor penyebab merebaknya wabah difteri di berbagai provinsi.

Ciri Anak Terkena Difteri

Jika anak terkena bakteri difteri, ciri-ciri yang mudah dikenali adalah sakit tenggorokan, demam, dan lemas.

"Kelihatannya lemas, tulang-tulang yang ada di dalam tubuh tidak berfungsi menopang berat tubuh, demam tinggi," kata Ruskan, petugas Dinas Kesehatan Puskesmas Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat, Senin (11/12/2017).

Ciri difteri yang paling khas adalah munculnya pseudomembran atau selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah.

Hal itu yang menyebabkan rasa sakit saat menelan, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak di leher yang disebut bullneck.

Sumbatan ini bisa menghalangi jalan napas, menyebabkan anak atau penderita harus berjuang untuk bisa bernapas. Lebih bahaya lagi, difteri dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf, bahkan difteri bisa mematikan.

Difteri banyak menyerang mereka yang tidak pernah mendapatkan imunisasi. Karena itu, imunisasi difteri penting dilakukan sebagai upaya pencegahan.

"Imunisasi difteri penting untuk mencegah, lebih baik mencegah, toh, daripada mengobati," kata Ruskan.

Namun, perlu diperhatikan juga syarat-syarat yang harus dipenuhi saat melakukan imunisasi difteri. Anak yang akan diimunisasi misalnya harus dalam keadaan sehat.

Jika anak tersebut sedang mengalami demam, anak boleh dilakukan imunisasi, tetapi dengan catatan suhu tubuhnya tidak lebih dari 37 derajat.

"Demam di bawah 37 derajat masih boleh dan batuk pilek biasa juga masih boleh," ujarnya.

Obat Herbal Untuk Penyembuhan Difteri

Penyakit difteri menyerang anak-anak dan orang dewasa. Difteri menyerang jaringan dalam saluran pernapasan yang ditimbulkan bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

Cirinya adalah terbentuknya membaran berwarna kelabu pada area tenggorokan yang berlapis lendir pekat.

Membran ini menyebabkan pasien mengalami batuk berat disertai rasa sesak yang dapat berujung kematian.

Dilansir dari Deherba.com, selain pengobatan medis dengan antibiotik dan antitoksin, difteri dapat diobati dengan alternatif lain.

Obat herbal berasal dari buah-buahan ini disebut mampu meningkatkan kelangsungan hidup dan penyembuhan penyakit difteri.

1. Jus Nanas

Buah nanas mengandung bromelein yang sangat baik untuk antiradang dan membantu mengelupas sel-sel rusak pada area tenggorokan.

Nanas juga baik untuk membantu meluruhkan membran kelabu akibat difteri.

Senyawa dalam nanas meningkatkan imunitas karena mengandung antioksidan cukup tinggi.

2. Bawang Putih Segar

Kandungan minyak atsiri bekerja sebagai antibakteri dan antiradang.

Senyawa organosulfida secara aktif mampu meluruhkan membran kelabu.

Sementara kandungan lain seperti saltivine terbukti baik untuk memperbaiki kerusakan sel dan mengembalikan fungsi sel juga jaringan di area diniding tenggorokan.

3. Jeruk Nipis dan Rosella

Campuran air rebusan bunga rosella dengan perasan jeruk nipis menghasilkan antitoksin yang mampu menetralisir racun dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

4. Mengkudu

Kandungan antitoksin xeronine dan flavonoid baik untuk mengatasi masalah tumpukan toksin dalam darah.

Kandungan antibiotik alami di dalamnya mampu bekerja aktif melawan bakteri.

Terdapat pula scolopetin dan terpenoid yang efektif meredakan peradangan dan membantu pemulihan sel pada tenggorokan.

Alternatif obat herbal tersebut dapat dijadikan pengobatan tunggal maupun pendamping pengobatan medis.

Semoga bermanfaat, dan semoga saudara-saudara kita yang saat ini terserang wabah difteri segera sehat. (Intisari

Hanya karena benda yang sering dihadiahkan ini, seorang bayi harus meregang nyawa




Sebagai orang tua tentu ingin memberikan banyak hal yang berharga untuk anak-anaknya. Tak ada yang salah memang, meskipun masih bayi, kadang orangtua sudah memberikan ini dan itu untuk buah hati tercintanya.

Namun, semua maksud baik orang tua itu tidak semua akan berbuah manis. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada seorang bayi yang baru berusia satu tahun, ia meninggal dunia hanya karena memakai sebuah benda yang sangat sering digunakan oleh bayi-bayi yang baru lahir pada umumnya.

Kisah tragis ini bermula ketika ulang tahunnya, semua orang datang kerumahnya untuk merayakan hari kelahiran Bobby (nama bayi itu). Saat itu ia berusia tepat satu tahun. Ayah, ibu dan seluruh keluarganya membuat suasana rumah jadi ramai dan meriah. Bahkan merekapun memberikan banyak hadian untuk keponakan dan cucunya ini.

Nenek Bobby memberinya sebuah gelang perak yang memiliki lonceng. Ketika anaknya mendapatkan hadiah itu, orangtua Bobby pun langsung memakaikannya pada tangan si kecil.


Namun, keesokan harinya setelah acara itu usai, Bobby didapati ibunya tertidur pulas. Ia pun heran karena tak biasanya Bobby masih tidur di jam segitu. Ia pun memegang tangan anaknya itu, dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui jika tangan Bobby sudah dingin dan tak bernafas lagi.

Orangtua Bobby pun langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter memeriksanya dan menemukan ada bola besi kecil di dalam mulut bayi mungil ini. Rupanya, bola itu adalah lonceng yang ada pada gelang yang ia kenakan. Ibunya lupa melepaskan gelang itu saat Bobby tidur. Sehingga lonceng itupun ia makan dan membuatnya tersedak. Sehingga iapun kesulitan untuk bernafas dan akhirnya Bobby pun meninggal.




Penyesalan memang datang selalu terlambat. Ada baiknya peristiwa ini bisa menjadi peringatan bagi semua orang tua yang memiliki bayi untuk lebih hati-hati dalam mengawasi buah hatinya. Perhatikan segala hal bahkan sampai hal yang terkecilpun, karena segala sesuatu bisa saja mengancam nyawanya, seperti yang terjadi pada Bobby.

KISAH PEMUDA AHLI TAHAJJUD



Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.
.
Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”
.
Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.
“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.
.
Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”
Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.
.
Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.
“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”
.
Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.
.
Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.
.
Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?”
Wallahu A'lam..
.
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah. Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin
.
.
Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca status ini
Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu.aamiin
semoga yang membagikan status ini Dan menulis Aamiin rezekinya berlimpah amiin..

Tuesday, November 21, 2017

Viral, Dokter Hebat Dibayar Seikhlasnya, Bacaan Plangnya Bikin Menohok




Di tengah biaya pengobatan yang semaccun melangit, dan biaya rumah saccut yang tak terjangkau, sosok dokter ini mencuat.

Nama dokter S Wijaya baru-baru ini viral setelah kisah tentang dirinya dikicaukan melalui Twitter, oleh fotografer ternama, Arbain Rambey (18/11/17).

Siapakah dokter S Wijaya? lewat akun @arbainrambey sang fotografer senior menyebutnya sebagai ‘dokter hebat!’.

Tampak dalam foto itu, dokter S Wijaya tidak mematok tarif bagi warga tidak mampu.

Ia rela dibayar seikhlasnya, dengan memasukkan uang ke dalam kotak.

Dokter S Wijaya membuka praktik di Jalan DI Panjaitan No 76 Indramayu, pada pukul 09.00 hingga pukul 13.00.

Berikut bacaan dalam plang yang dibagikan akun @arbainrambey:

Praktek Umum

dr S Wijaya

– Kanggo Wong Cilik

– Tidak Pakai Tarif

– Bayar Seikhlasnya Saja (Masukkan Kedalam Kotak)

– Bagi Yang Tidak Punya Uang, Tidak Usah Membayar

Buka Setiap Hari Jam 09.00 -13.00

Hari Minggu Tutup

Jl DI Panjaitan No 76 Indramayu

SIP : 505.272/DR/SDK/2017

Cuitan ‘dokter hebat’ Arbain Rambey ini diretweet 2000 akun dan disukai 1300 akun twitter.

cetak layar
Lalu apa kata warganet?

@_fasr, “wah nyampe sini juga ternyata ,ini tetangga persis

alhamdulillah rame pasien aja disitu ,baik bener beliau ini”.

@lenkasasada, “Kayak gini ada juga di Tarakan – Kalimantan Utara om, praktik spesialis THT, dr. Magda namanya.

fotografer senior, Arbein Rambey
Sy takjub pas brobat dgn bliau stlh dipriksa dibalas dg snyum dan pesan “lekas sembuh ya” trus bayarnya dibilang ckup berikan seiklasnya dlm kotak”.

@AbasBalapradana, “Mengingatkan kita pada sosok dokter Lo Siaw Ging tum @partaisocmed , dokter-nya kaum papa.”

@nilalongg, “Semoga rejeki selalu lancar, semoga selalu sehat Dok. Sudah langka yang kayak begini :’))”.

@icikindo, “Dulu di Bandung juga pernah ada tapi ga pake plang cuma terkenal aja di kalangan mahasiswa rantau klo ke bu dokter situ ga harus mbayar malah suka dikasih macem2”. (*)

Tak Kenal Lelah, Perjuangan Petani Tanpa Kedua Lengan Ini Bikin Netizen Terharu


Penyandang disabilitas memang patut diacungi jempol semangat hidupnya.

Boleh saja tubuhnya tidak sempurna seperti kebandyakan orang.

Namun semangat hidupnya justru lebih tinggi dari orang normal lainnya.

Dilansir reporter Grid.ID dari Viral 4 real, jadikan kekuranganm sebagai pelecut semangat hidup.

Seorang lelaccu yang berprofesi sebagai petani bernama Chen Xingyin (48 tahun) asal Chongqing, Tiongkok membuat netizen terharu.

Itu karena usahanya untuk tetap bertahan dalam hidup.

Lebih dari itu, Chen ternyata tidak mempunyai kedua lengan alias disabilitas.

Lihat bagaimana ia memanfaatkan semua bagian tubuhnya
Ia kehilangan lengannya itu karena kecelakaan listrik saat ia berusia 7 tahun.

Belum cukup kehilangan lengannya.

Ibu Chen lantas saccut karena terserang Bronkitis dan tidak bisa kemana-mana selain terbaring di tempat tidur.

Ia menyuapi sang ibu
Setiap harinya Chen harus bekerja keras.

Ia bertani, memberi makan ternaknya, mengurus rumah dan merawat ibunya yang saccut.

Semua kegiatan itu dilakukan dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna.

Sebagai gantinya ia menggunakan kaccu dan mulutnya sebagai pengganti lengan.

Netizen begitu terharu dengan perjuangan Chen.

Seorang netizen mengatakan “Dalam beberapa hal, kaccunya terlihat lebih berguna daripada tanganku.”

“Saya merasa ingin menangis saat melihat foto dirinya memberi makan ibunya,” tulis seorang netizen lain.

“Orang seperti dia pantas mendapat perhatian lebih dan seharusnya menjadi teladan kita. Kuharap dia bahagia.”

Monday, November 20, 2017

Manis Banget, Ini yang Dilakukan Sang Ayah untuk Membahagiakan Putrinya!




Ada bandyak cara ketika orang tua membahagiakan si buah hati. Mulai dari membelikan sesuatu yang disenangi sang anak hingga melakukan hal spesial bagi anaknya.

Salah satunya adalah mendekorasi kamar anak seperti yang dilakukan Adam Hargreaves untuk putri kecilnya Bobbie.



Ya, sang ayah mulai membuat mural (melukis dinding) di kamar putrinya. Lantas, Adam Hargreaves mengunggah foto di instagram pribadinya.

dok. instagram.com/artbespoke
Foto tersebut memperlihatkan dinding yang sedang dalam pengerjaan. Adam kemudian menuliskan, “Membuat permulaan pada 2 dinding yang saya lakukan untuk mengejutkan putri saya. Ini akan menjadi mega mural Disney dengan sekitar 28 karakter.”

dok. instagram.com/artbespoke
Hanya sekitar 1 bulan, kamar si kecil Bobbie pun berubah menjadi cantik. Kamar tidur Bobbie pun bertemakan Disney.

dok. instagram.com/artbespoke
Ya, keluarga Lion King, Princess Ariel, dan tokoh kartun Disney lainnya kini menemani Bobbie tidur.

dok. instagram.com/artbespoke
Adam pun mengunggah foto sang putri yang kegirangan melihat kamar tidurnya. Adam juga menuliskan, “Lihat wajahnya! (Ini) malam pertama ia tidur di kamar barunya.”

dok. instagram.com/artbespoke
Wah, romantis bandget ya!

Saturday, November 18, 2017

Ternyata Gini Alasan Kenapa Pintu Masuk dan Keluar Pesawat Selalu Ada di Kiri .



Yang pasti bukan niru angkot.

Lo udah pernah naik pesawat dong? Kalo belom seenggaknya lo pernah ngeliat foto pesawat. Kalo lo perhatian dan level kepo lo tinggi, lo pasti pernah bertanya-tanya kenapa pintu masuk dan keluar di pesawat selalu ada di kiri. Kenapa nggak di kanan aja yah? Pasti ada sesuatu nih. Apa karena pesawat dan angkot mirip? Saat ada penumpang yang mau turun suka bilang “kiri, bandg”. Apa gitu?


Setelah P! kepo ternyata nggak ada hubungannya sama angkot. Justru pintu pesawat sebelah kiri ini dikaitkan sama kapal. Dari dulu, kapal selalu pakai pintu sebelah kiri buat menurunkan dan menaikkan penumpang. Alasannya adalah bagian itulah yang dekat dengan dermaga saat kapal parkir.

Ilustrasi
Ada spekulasi lain nih soal kenapa pintu keluar pesawat ada di sebelah kiri. Kali ini dikaitkan sama tentara di zaman dulu yang selalu menunggang kuda. Para tentara ini biasanya bawa pedang di sisi kiri pinggul. Nah, biar bisa naik kuda dengan nyaman dan gampang, para tentara akan naik dari sisi kiri. Lalu, tradisi ini terus berlanjut bahkan sampai berlaku saat orang mau naik pesawat.

Ilustrasi
Nah, itu adalah alasan yang berdasarkan sejarah dan asumsi orang. Kalo secara teknis, ada penjelasan lain nih. Posisi pintu masuk dan keluar sengaja ditaruh di sebelah kiri demi kenyamanan penumpang. Pilot bisa membuat mesin pesawat di sebelah kanan bisa terus bekerja. Selain itu pengisian bahan bakar pesawat juga dilakuin dari sebelah kanan. Demi keamanan, pergerakan dan lalu lintas penumpang akhirnya ditaruh di sisi kiri. Nggak cuma itu aja, makanan buat penumpang juga dimasukin ke pesawat lewat sisi kanan. Satu lagi, bagasi di pesawat juga di sisi kanan. Nggak kebayang dong betapa ramainya kondisi pintu masuk kalo misalnya semua kegiatan terpusat di sisi kanan?

Ilustrasi
Gimana? Udah cukup paham yah sama alasan di balik penempatan pintu masuk dan keluar pesawat? Ternyata itu bukan kebetulan atau suka-suka pembuat pesawat. Ada berbagai macam alasan dan pertimbandgan penting.